Mengenal Google Antigravity: Platform Development Agentic dari Google
Pendahuluan
Sejak diperkenalkan pertama kali pada November 2025 bersamaan dengan rilis Gemini 3, Google Antigravity terus berkembang menjadi salah satu platform agentic development paling lengkap saat ini. Pada Google I/O 2026, Google merilis Antigravity 2.0 yang memperluas ekosistemnya menjadi empat komponen utama: aplikasi desktop Antigravity 2.0, Antigravity IDE, Antigravity CLI, dan Antigravity SDK.
Artikel ini merangkum apa itu Google Antigravity dan bagaimana masing-masing komponennya bekerja, berdasarkan halaman produk resmi di antigravity.google.
Apa itu Google Antigravity?
Google Antigravity adalah platform agentic development yang memungkinkan developer mendelegasikan tugas coding kompleks kepada AI agent otonom, alih-alih hanya menerima saran kode seperti AI assistant pada umumnya. Agent yang dijalankan lewat Antigravity bisa merencanakan (plan), mengeksekusi (execute), dan memverifikasi (verify) tugas secara mandiri lintas editor, terminal, hingga browser.
Platform ini didukung oleh model Gemini, dengan Gemini 3.1 Pro dan Gemini 3 Flash sebagai model utama, serta engine tercepatnya, Gemini 3.5 Flash, yang diperkenalkan bersamaan dengan Antigravity 2.0. Selain model dari Google, Antigravity juga mendukung model pihak ketiga seperti Claude Sonnet 4.6, Claude Opus 4.6, dan varian open-source GPT-OSS-120B.
Salah satu prinsip inti Antigravity adalah menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari sistem — agent dapat menyimpan context dan snippet kode yang berguna ke knowledge base, sehingga performanya meningkat pada tugas-tugas berikutnya.
Antigravity 2.0 (Aplikasi Desktop)
Antigravity 2.0 adalah aplikasi desktop yang berfungsi sebagai pusat kendali untuk mengorkestrasi banyak AI agent sekaligus. Tersedia untuk macOS, Linux, dan Windows.
Fitur utama:
- Orkestrasi paralel — menjalankan dan memantau beberapa agent secara bersamaan di berbagai project yang independen, hingga lima task berjalan paralel.
- Dynamic subagents — agent utama dapat men-spawn subagent khusus untuk memecah workflow menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Scheduled tasks — menjadwalkan automasi yang berjalan di background tanpa perlu campur tangan manual.
- Integrasi ekosistem Google — terhubung dengan Google AI Studio, Android, dan Firebase.
- Voice command — dukungan perintah suara native untuk berinteraksi dengan agent.
Antigravity IDE
Antigravity IDE adalah lingkungan development agentic yang menggabungkan pengalaman coding berbasis AI yang familiar dengan interface agent-first yang baru.
Manager View
Tampilan Manager menunjukkan seluruh agent yang sedang aktif, status masing-masing, artifact yang sudah dihasilkan, dan approval yang masih menunggu keputusan pengguna. Developer bisa menjalankan beberapa task secara paralel dan mengecek progress-nya sewaktu-waktu tanpa harus menunggu di depan layar.
Artifacts
Untuk menjawab masalah kepercayaan terhadap hasil kerja agent, Antigravity menghasilkan Artifacts — deliverable nyata seperti task list, implementation plan, screenshot, hingga rekaman video dari browser. Artifacts ini memudahkan developer memverifikasi logika kerja agent secara sekilas. Jika ada yang kurang tepat, feedback bisa diberikan langsung di Artifact tersebut — mirip berkomentar di dokumen — dan agent akan menyesuaikan tanpa menghentikan proses eksekusinya.
Editor View
Saat butuh mode hands-on, developer bisa berpindah ke tampilan Editor (mirip VS Code) yang dilengkapi tab completion dan inline command untuk workflow coding synchronous seperti biasa.
Integrasi Browser
Agent di Antigravity IDE dapat membuka Chrome, menavigasi web app, mengklik alur fitur, dan merekam video sebagai bukti bahwa fitur tersebut benar-benar berjalan — bukan sekadar klaim dari agent.
Antigravity CLI
Antigravity CLI adalah interface command-line untuk workflow terminal dan eksekusi headless, dan merupakan penerus dari Gemini CLI. Berbeda dari pendahulunya, Antigravity CLI dibangun ulang dari nol menggunakan bahasa Go, sehingga jauh lebih cepat dan responsif.
Fitur-fitur inti yang tetap dipertahankan dari Gemini CLI:
- Agent Skills — cukup buat file markdown di
.agents/skills/nama-skill.mduntuk membuatnya tersedia sebagai command, misalnya/lint. Skill bisa didefinisikan secara global (~/.gemini/antigravity-cli/skills/) maupun per-workspace (.agents/skills/). - Hooks — interceptor lifecycle berbasis JSON yang dijalankan pada titik tertentu, seperti sebelum tool call, setelah file diedit, atau saat sesi dimulai. Hook di level workspace akan meng-override hook global. Fitur ini berguna untuk guardrail eksekusi yang deterministik demi keamanan dan automasi.
- Subagents — fitur andalan Antigravity CLI dibanding Gemini CLI. Dari dalam TUI, developer bisa mendelegasikan task jangka panjang ke background agent sembari tetap memberi instruksi baru di foreground.
- Extensions (Plugins) — extension pada Gemini CLI kini hadir sebagai Antigravity plugins, melengkapi dukungan MCP server untuk integrasi tools eksternal.
Antigravity SDK
Antigravity SDK adalah framework Python untuk membangun dan menjalankan agent otonom secara programatik, ditujukan bagi developer atau researcher yang ingin kontrol penuh atas deployment agent mereka sendiri.
Arsitektur
SDK Python ini berkomunikasi dengan Antigravity Harness — komponen inti berbasis Go yang dibundel bersama SDK — melalui WebSocket. Harness inilah yang menjalankan agentic loop dan mengelola eksekusi tool secara sandboxed, sementara bagian Python bertindak sebagai control plane untuk mengonfigurasi tools, safety policy, dan lifecycle hooks.
Membangun Agent Kustom
Lewat class Agent, developer bisa memulai dengan cepat karena SDK menangani seluruh siklus hidup agent secara otomatis — mulai dari binary discovery, tool wiring, hook registration, hingga policy default — cukup lewat satu async context manager.
Integrasi MCP
SDK mendukung koneksi ke MCP server eksternal lewat konfigurasi seperti McpStdioServer, sehingga agent yang dibangun bisa memanfaatkan data dan layanan dari luar platform Antigravity.
Instalasi
SDK didistribusikan lewat PyPI:
pip install google-antigravity
Perintah ini akan mengunduh package Python sekaligus binary Harness yang dibutuhkan untuk menjalankan agent.
Memilih Komponen yang Tepat
Empat komponen Antigravity ini bukan pilihan yang saling eksklusif, melainkan saling melengkapi tergantung kebutuhan:
- Antigravity 2.0 — cocok untuk mengorkestrasi banyak agent lintas project secara visual, sekaligus memantau progress tanpa harus terus berada di depan layar.
- Antigravity IDE — pilihan tepat untuk workflow coding sehari-hari yang membutuhkan kombinasi antara bantuan agent otonom dan mode hands-on di editor.
- Antigravity CLI — ideal untuk developer yang lebih nyaman bekerja di terminal atau membutuhkan eksekusi headless, misalnya untuk automasi CI/CD.
- Antigravity SDK — pilihan bagi tim yang ingin membangun produk atau layanan sendiri di atas agent runtime Google, dengan kontrol penuh atas deployment dan infrastrukturnya.
Kesimpulan
Google Antigravity menghadirkan pendekatan baru dalam development yang agent-first — bukan sekadar autocomplete kode, tapi agent yang benar-benar bisa merencanakan, mengeksekusi, dan memverifikasi pekerjaannya sendiri lintas editor, terminal, dan browser. Dengan empat komponen yang saling melengkapi (Antigravity 2.0, IDE, CLI, dan SDK), platform ini bisa diadopsi secara bertahap sesuai kebutuhan, mulai dari sekadar mencoba lewat aplikasi desktop hingga membangun agent kustom sendiri lewat SDK. Saat ini Antigravity tersedia dalam public preview dan gratis untuk penggunaan individu.
Sources:
- Choosing your surface: Antigravity 2.0, Antigravity CLI, Antigravity IDE, or Antigravity SDK
- Google Antigravity 2.0 launches with CLI, SDK, and AI agents
- An important update: Transitioning Gemini CLI to Antigravity CLI
- Build with Google Antigravity, our new agentic development platform
- Google Antigravity SDK: The developer guide